Sabtu, 18 Februari 2017

Que Sera Sera 🍃



Hi, salam hangatku untukmu, kamu yang hingga saat ini membuatku penasaran.
Bolehkah aku bertanya padamu? Ada banyak sekali pertanyaan yang berseliweran di otakku, jadi untuk apa kamu datang dalam kehidupanku? Sekedar singgah atau hanya ingin bermain-main denganku atau bahkan untuk menyakitiku? Untuk apa? Apa kamu akan pergi atau tinggal selamanya dihatiku? Apakah kamu pernah memikirkan bagaimana perasaanku padamu? Apa kamu benar tak peduli denganku? Apa kamu tau, malam ini juga malam-malam sebelumnya aku susah tidur karena memikirkanmu? Ribuan pertanyaan tentang kamu lah yang membuat mata ini sulit sekali terpejam.

Kehadiranmu yang tak pernah sedikitpun aku tau maksud dan tujuannya, telah membuatku kembali merasakan kenyamanan yang selalu kurindukan. Aku tidak bilang bahwa aku telah jatuh hati padamu, karena aku pun tidak tahu bagaimana perasaanku yang sebenarnya, yang jelas aku tidak pernah menginginkan kamu pergi dariku. Tak perduli betapa aku setiap hari bersusah payah mengendalikan perasaan ini, aku berusaha menikmatinya. Aku tau semua yang telah terjadi sejauh ini telah tercatat dan aku yakin rencana Tuhan itu menakjubkan. Oleh karenanya, aku selalu berfikir positif akan maksud kehadiranmu.

Aku tidak akan menggenggammu seperti apa yang pernah aku lakukan dulu padanya, aku akan membiarkan semua ini mengalir begitu saja. Aku tidak memaksamu agar kamu menjadi milikku, aku tidak mau membiarkan egoku membara. Sekali lagi, aku berusaha mengendalikan perasaanku. Setidaknya sampai aku tau bagaimana perasaanku yang sebenarnya. Aku tidak mau menjadikanmu ambisiku, percayalah entah bagaimana nanti Tuhan akan mentakdirkan kita, itu yang terbaik.

Aku minta padamu, tetaplah jadi yang seperti sekarang, tetap ada untukku. Tapi, kalau kamu benar-benar sudah merasa 'muak' denganku, kamu boleh berhenti, berfikir, dan membuat keputusan apa yang akan kamu lakukan padaku. Aku tidak akan memaksamu. Pergilah jika memang itu keputusanmu. Pergilah kemanapun kamu mau, mungkin memang itu yang sudah digariskan oleh Tuhan. Aku menyayangimu sebagaimana aku takut kehilanganmu. Apapun yang terjadi nanti, aku akan berterimakasih pada Tuhan karena telah menuliskan skenario untukku mengenalmu.

With love,
YAS


Tidak ada komentar:

Posting Komentar